Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gara gara Belajar Online, Orangtua Tega Pukuli Anaknya Hingga Tew4s


Belajar online menjadi pasangan suami istri isteri (pasutri) berinisial IS berumur 27 tahun dan LH 26 tahun sangat membantu satu anak kandungnya yang terlahir kembar. 

Jadi mereka, khususnya ibunya, LH, ini kepada almarhum ini anak kandung sendiri dia merasa kesal. Merasa anak susah diajari untuk belajar secara online, sudah dikasih tahu, diajari. Dia kesal, gelap mata, ”tukas AKP David Adhi Kusuma, Kasat Reskrim Polres Lebak, Selasa (15/9/2020). 

Mereka mengaku, sambung David, korban anak sulit memahami pelajaran. “Susah belajar online ini kematian dan akhirnya pelaku gelap mata dan sadis,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Gunung Kendeng, Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijahu, Kabupaten Lebak, Banten jadi lokasi untuk menutupi aksi kejahatan pasutri Benhil, Jakarta Pusat.

Panik berkecamuk, pasutri berinisial IS dan LH itu memboyong jenazah satu anak kembar bernama Kesya Safiyah dari rumah kontrakan mereka ke kampung halamannya. (Din)

Posting Komentar untuk "Gara gara Belajar Online, Orangtua Tega Pukuli Anaknya Hingga Tew4s"