Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Istri Berhak Dibahagiakan, Suami Wajib Membahagiakan


Masih terkait dengan tulisan saya sebelumnya, Kecantikan Istri Tanggung Jawab Suami. Banyak kasus pernikahan yang berakhir ditengah jalan dengan perceraian, atau pernikahan yang terus berlanjut namun jauh dari keharmonisan karena tujuan dari pernikahan tersebut dimasukkan. Tidak irikah Anda melihat keromantisan kedua orang tua kita, yang bisa melewati masa-masa sulit pernikahan mereka dan berakhir bahagia berdua hingga ajal menjemput mereka? Diperlukan sedikit keberanian dan melawan rasa gengsi diantara kedua belah pihak untuk mewujudkan kebahagiaan di dalam rumah tangga, 





Sebagai seorang pria (suami) kita harus mau dan mengakui bahwa Istri / Ibu adalah cahaya dalam rumah tangga. Jadi ketika seorang istri bersedih (redup) maka cahaya (kebahagiaan) didalam rumah tangga juga akan turut redup. Seorang Istri menurut saya tak selalu hanya butuh hal-hal besar yang berakitan dengan uang atau materi, namun banyak hal-hal kecil yang bisa dilakukan oleh pasangan dapat membuat mereka para istri berbahagia dengan apa yang dilakukan oleh pasangan mereka. 

Mari kita tanyakan pada para istri, apakah benar hal-hal ini membuat mereka tersanjung dan merasa dimuliakan oleh suami? 

1. Memuji Istri Ucapkanlah dengan tulus walau hanya sekedar menyanjung dan berkata "masakanmu enak mah" atau "hari ini umi cantik sekali" walaupun ucapan seperti ini tidak setiap hari anda ucapakan, namun percayalah ini akan memotifasi mereka para istri untuk selalu menjadi yang terbaik bagi pasangan dan kelurga. 

Meskipun masakan istri kurang enak, maka kritiklah dengan pujian, "mah masakanmu enak, logikanya harusnya istrilah yang biasanya sering ngambek pada suami, karena seorang wanita lebih perasa dibanding pria. Jadi ketika ada masalah, janganlah mudah melimpahkan kesalahan pada istri, terutama terutamanya dalam mendidik Anak. Sebagai pasangan semestinya dituntut menjadi lebih dewasa dan tidak mendahulukan emosi, yakinlah tenang (keren) dan berpikir utk mencari solusi. 

5. Ucapkan terima kasih "Terima Kasih" dua kata sederhana tapi sangat sulit diucapkan. Bener ga? seringkali pasangan ucapan terima kasih sudah dilayani dengan baik oleh istri? jangan pikir menjadi seorang istri dengan mudah dan bahkan penghargaa berupa ucapan terima kasih "saja tidak pernah anda berikan. 

Jangan pernah punya pikiran dengan memberikan gaji bulanan, itu berarti kewajiban anda sudah selesai sampai disitu! Memilihkan baju jalur "mah baju itu cocok untuk dipakai mamah", "istriku, kamu akan semakin anggun dengan jilbab warna merah muda itu", perlu anda ketahui, perempuan itu sering ribet banget kalau milih baju. Tapi jika pasangan yang memilkihkan, maka dia akan nyaman ketika memakainya. Selain memilihkan, jangan lupa juga dibelikan. 

7. Menawarkan bantuan ketika anda melihat istri atau bekerja cukup berat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Janganlah sungkan untuk menawarkan bantuan pada mereka. jangan sampai ketika istri anda bekerja berat justru anda asyik2 tiduran atau nonton tv. Ga laki banget deh ... 

8. Minta maaf Selain terima kasih, ada kata "maaf" yang sulit diucapkan. Dalam berumah tangga, menyatukan dua pikiran insan manusia tentu sering mengalami masalah dan gesekan. Jangan pernah malu untuk meminta maaf dan saling memaafkan, karena disitulah kunci keutuhan rumah tangga dapat dipertahankan.Pertengkaran hebat bisa mereda jika salah satu mau sedikit mengalah dan ucapan "Maaf". kalau udah minta maaf aja tetep ga dimaafkan, ya ke laut aja, bahkan Tuhan aja maha pemaaf kok. 

9. Ajak istri jalan Supaya tidak suntuk sesekali ajaklah istri nonton berwisata liburan, atau makan diluar, mau lebih adem dan murah meriah ajak mereka pergi ke pengajian , yang penting ada suasana baru di luar rumah tangga para istri tak melulu dihadapkan pada urusan pekerjaan rumah tangga. 

10. Rayakan Ulang Tahunnya Hanya ingat ulang tahun istri atau ulang tahun pernikahan saja sudah membuat mereka bahagia. Apa lagi Anda mau memberikan sedikit kejutan dengan membelikan kue ultah atau kado kecil sederhana pada hari penting mereka. Hal semacam ini akan membuat istri tersanjung dan merasa diperhatikan oleh suami. 

Mungkin anda anak sibuk, berangkat kerja, pulang udah capek langsung tidur, begitu terus rutinitas yang anda jalani. Apa sih yang kita cari? apa gunanya punya gaji besar tapi tak ada kebersamaan bersama anak istri? pandai-pandailah pembantuan waktu, karena memang waktu adalah uang. Namun satu yang perlu kita tahu, keutuhan dan kebahagiaan keluarga tak akan pernah sesuai / dari uang. 

Bahkan banyak keluarga konglomer sekalipun hidupnya tidak berbahagia lantaran hanya selalu disibukkan dengan uang dan uang. 

Mudah bukan membuat istri dan keluarga semakin harmonis dan bahagia? tentunya semua itu bisa dilakukan jika ada niat dan kemauan. Sekali lagi kebahagiaan itu bukan dicari tapi diciptakan. Kemana arah bahtera rumah tangga ini akan tergantung dari nahkoda (suami) yang mengarahkan. 

Seperti judul tulisan diatas, ketika seorang pria berani meminang wanita, maka konsekuensinya pria tersebut wajib membahagiakan wanita tersebut, begitu juga sebaliknya wanita juga harus belajar menjadi wanita yang layak untuk dibahagiakan oleh pasangan mereka. 

Pengalaman saya berumah tangga sendiri memang belumlah lama, namun saya berusaha banyak belajar dari apa yang selama ini dipertontonkan oleh kedua orang tua saya, sebuah teladan yang menurut saya patut dicontoh oleh anak-anak mereka ketika berumah tangga. Salam, dr. Wahyu Triasmara Sekali lagi kebahagiaan itu bukan dicari tapi diciptakan. Kemana arah bahtera rumah tangga ini akan tergantung dari nahkoda (suami) yang mengarahkan. 

Seperti judul tulisan diatas, ketika seorang pria berani meminang wanita, maka konsekuensinya pria tersebut wajib membahagiakan wanita tersebut, begitu juga sebaliknya wanita juga harus belajar menjadi wanita yang layak untuk dibahagiakan oleh pasangan mereka. 
Pengalaman saya berumah tangga sendiri memang belumlah lama, namun saya berusaha banyak belajar dari apa yang selama ini dipertontonkan oleh kedua orang tua saya, sebuah teladan yang menurut saya patut dicontoh oleh anak-anak mereka ketika berumah tangga. Salam, dr. Wahyu Triasmara Sekali lagi kebahagiaan itu bukan dicari tapi diciptakan. 

Kemana arah bahtera rumah tangga ini akan tergantung dari nahkoda (suami) yang mengarahkan. Seperti judul tulisan diatas, ketika seorang pria berani meminang wanita, maka konsekuensinya pria tersebut wajib membahagiakan wanita tersebut, begitu juga sebaliknya wanita juga harus belajar menjadi wanita yang layak untuk dibahagiakan oleh pasangan mereka. 
Pengalaman saya berumah tangga sendiri memang belumlah lama, namun saya berusaha banyak belajar dari apa yang selama ini dipertontonkan oleh kedua orang tua saya, sebuah teladan yang menurut saya patut dicontoh oleh anak-anak mereka ketika berumah tangga. Salam, dr. Wahyu Triasmara Seperti judul tulisan diatas, ketika seorang pria berani meminang wanita, maka konsekuensinya pria tersebut wajib membahagiakan wanita tersebut, begitu juga sebaliknya wanita juga harus belajar menjadi wanita yang layak untuk dibahagiakan oleh pasangan mereka. 

Pengalaman saya berumah tangga sendiri memang belumlah lama, namun saya berusaha banyak belajar dari apa yang selama ini dipertontonkan oleh kedua orang tua saya, sebuah teladan yang menurut saya patut dicontoh oleh anak-anak mereka ketika berumah tangga. Salam, dr. Wahyu Triasmara Seperti judul tulisan diatas, ketika seorang pria berani meminang wanita, maka konsekuensinya pria tersebut wajib membahagiakan wanita tersebut, begitu juga sebaliknya wanita juga harus belajar menjadi wanita yang layak untuk dibahagiakan oleh pasangan mereka. 

Pengalaman saya berumah tangga sendiri memang belumlah lama, namun saya berusaha banyak belajar dari apa yang selama ini dipertontonkan oleh kedua orang tua saya, sebuah teladan yang menurut saya patut dicontoh oleh anak-anak mereka ketika berumah tangga. Salam, dr. Wahyu Triasmara namun saya berusaha banyak belajar dari apa yang selama ini dipertontonkan oleh kedua orang tua saya, sebuah teladan yang menurut saya patut dicontoh oleh anak-anak mereka ketika berumah tangga. 
Salam, dr. Wahyu Triasmara Namun saya berusaha banyak belajar dari apa yang selama ini dipertontonkan oleh kedua orang tua saya, sebuah teladan yang menurut saya patut dicontoh oleh anak-anak mereka ketika berumah tangga. Salam, dr. Wahyu Triasmara

Posting Komentar untuk "Istri Berhak Dibahagiakan, Suami Wajib Membahagiakan"