Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wanita Ini Meninggal Saat Berjoget, Saat Mayat Mau Dimandikan, Pemandi Sampai Pingsan


Menjalani profesi sebagai pemandi mayat memang bukan perkara yang mudah.

Mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, hingga melihat mayat dalam kondisi yang tak wajar tentu harus mereka hadapi.

Begitu pun dengan pemandi mayat di Arab Saudi ini.

Sebenarnya ia tidak ingin menceritakan kejadian yang ia alami, karena ini adalah aib keluarga dan ini juga merupakan suatu perbuatan dosa.

Akan tetapi kejadian ini ia membagi-mata-mata hanya ingin tahu isi seluruh umat Muslim.

Ceritanya, pemandi mayat ini melayani untuk memandikan jenazah seorang gadis yang meninggal saat ini saat pesta pernikahan.

Namun begitu, begitu ia membuka selimut yang menutupi mayat, ia seketika langsung pingsan.

Beberapa keluarga mayat datang untuk berusaha menyadarkannya, setelah sadar ia segera menemui ibu si mayat dan kemudian bertanya,

“Wahai saudariku yang kucintai karena Allah, kehidupan baru kali ini saya melihat kondisi jasad yang demikian.”

“Aku melihat jasad putrimu dalam keadaan menari dan tubuhnya meliuk-liuk, apa yang sebenarnya dilakukan putrimu semasa hidupnya?”

Sambil terisak, sang ibu pun mulai menceritakan kehidupan putrinya semasa hidup.

Dikatakannya, bahwa putrinya itu terobsesi dengan musik dan tarian.

Saking terobsesinya, ia sampai-sampai tidak bisa menahan diri untuk tidak berjoget ketika mendengar musik.

Sulit bagi ibunya untuk menasehati putrinya itu, karena putrinya sendiri sangat membangkang!

Hingga suatu hari, gadis yang baru menginjak belasan tahun itu hadir dalam sebuah pesta pernikahan.

Dalam sebuah pesta itu ia benar-benar keriangan untuk ikut berjoget dan menari.

Dalam keadaan yang sangat semangat, tiba-tiba saja ia terjatuh dan tubuhnya membentur meja besi yang ada di depannya.

Seketika itu pula ia pingsan dan tak sadarkan diri.

Orang-orang di sekitarnya sudah berusaha menolongnya, namun takdir berkata lain.

Nyawanya telah dicabut oleh Sang Maha Pencipta.

Yang mengejutkannya, ia meninggal dalam kondisi tubuh yang benar-benar kaku seperti batu, dengan posisi tangan meliuk di atas kepala (sebagaimana layaknya orang berjoget).

Setelah mendengar cerita dari sang ibu, pemandi mayat yang juga ustadzah itu berusaha tenang ketika memandikan mayat gadis malang tersebut.

Sambil berdoa, ia berusaha memposisikan jasad sang gadis sebagaimana layaknya mayat yang akan dikafankan.

Namun yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan.

Jasad gadis itu benar-benar kaku dan sudah tak bisa diposisikan dengan benar.

Akhirnya, jasad gadis itu pun dibungkus dalam keadaan seperti orang yang tengah berjoget.

 

Hukum Wanita Menari di Tengah Orang Ramai

Ulama syafie berpendapat asal kepada hukum menari adalah harus.

Ini adalah berdasarkan hadis berikut yang diriwayat oleh Aisyah:

جاء حبشة يزفنون في يوم عيد في المسجد فدعاني النبي صلى الله عليه وسلم فوضعت رأسي على منكبه فجعلت أنظر إلي لعبهم حتى كنت أنا التي أنصرف عن النظر إليهم

“Orang-orang habsyah datang menari pada hari raya di Masjid. Aku pun mengajak baginda saw melihatnya bersama. Aku meletakkan kepala di bahunya sambil melihat permainan mereka sehingga aku berpaling dari melihat mereka.” (Hr Muslim – sahih)

Ulama Syafie mensyaratkan pengharusan menari bagi lelaki dan perempuan sekiranya tidak ada pergerakan lemah gemalai. Kalau ada pergerakan sedemikian , maka hukumnya haram kepada lelaki kerana seperti perbuatan khunsa dan perempuan dikhalayak lelaki kerana boleh membawa fitnah.

Adapun bagi mazhab hanafi, maliki, hambali dan al-Qaffal, mereka mengatakan asal hukum menari adalah makruh.

Ini kerana menari adalah perkara yang hina dan menjatuhkan maruah. Mereka menyatakan hadis tarian orang habsyah itu adalah maksudnya bermain senjata. Ini berdasarkan hadis berikut:

ويلعبون عند رسول الله بحرابهم
“Mereka bermain tombak di hadapan Rasulullah saw.” (Hr Muslim – sahih)

Hukum makruh adalah sekiranya tidak disertai perkara yang haram seperti minum arak, buka aurat dan sebagainya. Jika ada maka semuanya mengatakan haram.

Bila kita melihat kembali kepada soalan dan kejadian yang berlaku, bagaimana wanita yang lengkap menutup aurat menari dikhayak ramai.

Berdasarkan mazhab Syafie jelas ianya haram kerana ia terdapat gerakan lemah gemalai dan menggerakkan anggota yang menimbulkan fitnah seperti punggung.

Bagi mazhab lain kita lihat pada hukum wanita menari penuh lemah gemalai mengerakkan seluruh anggotanya termasuklah pinggulnya dihadapan lelaki . Kita melihat dari beberapa sudut:

1. Islam mengharamkan menampakkan susuh tubuh dibahagian dada dan pinggul. Ini jelas dari hadis berikut:

وأمر امرأتك أن تجعل تحته ثوبا لا يصفها

“Perintahkan isterimu (Dihyah al-Kalbi) memakai pakaian disebalik pakaian luar supaya tidak menampakkan bentuk tubuhnya. (Hr Abu Daud, al-Baihaqi dan al-Hakim)

Dan juga hadis Nabi saw:

مرها فلتجعل تحتها غلالة ، إني أخاف أن تصف حجم عظامها
“Suruh isterimu meletakkan pakaian disebalik pakaian luar, kerana aku takut ia menampakkan bentuk tubuhnya.” (Hr Ahmad)

Menampakkan bentuk tubuh disebalik pakaian pun haram, bagaimana pula menggerakkan bahagian dada dan pinggul dihadapan lelaki?

2. Islam melarang wanita melunakkan suara berdasarkan Firman Allah swt:

فلا تخضعن بالقول

“Janganlah wanita itu melunakkan suaranya.” (32 : al-Ahzab)

larangan melunakkan suara adalah untuk mengelakkan dari wanita itu menimbulkan fitnah. Kalau kita bandingkan perempuan yang melunakkan suara dihadapan kita lelaki dan wanita yang menutup aurat melenggokkan dada dan pinggulnya. Mana yang lebih menimbulkan fitnah?

3. Islam telah melarang wanita menghentak kakinya dihadapan orang lelaki

Firman Allah swt:

ولا يضربن بأرجلهن
Imam Qurtubi mentafsir ayat ini “Jangalah wanita itu menhentak kakinya ketika berjalan untuk memperdengarkan bunyi gelang kakinya. Memperdengarkan bunyi perhiasan adalah seperti menunjukkan perhiasan (aurat) malah lebih dahsyat. Tujuannya adalah melindungi.”

Imam az-Zujaj berkata “Mendengar bunyi perhiasan (gelang kaki) lebih menaikkan syahwat dari menunjukkan perhiasan”

mana lebih yang lebih menaikkan syahwat? Perempuan yang mendengarkan bunyi perhiasannya atau yang melengang lenggok tubuh badannya dihadapan orang lelaki?

Kesimpulan: Jelas sekali wanita menari dengan lemah gemalai dan meliukkan tubuh badannya adalah perkara yang dilarang sama sekali. Menontonnya adalah dilarang berdasarkan Firman Allah:

قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم
“Katakan kepada orang beriman hendaklah menjaga pandangan mereka.” (30 : an-Nur)

Nabi saw bersabda:

والعينان زناهما النظر
“Dan zina dua mata adalah melihat perkara yang diharamkan.”(Hr Bukhari dan muslim)

Menganjurkan perkara yang haram juga dilarang. Mengupah wanita untuk menari sebegini juga dilarang. Pengarang kitab Mausu’ah Kuwaitiah berkata:

“Tidak ada khilaf dikalangan ulama mengatakan bahawa mengupah terhadap perkara yang haram adalah haram.”

Adapun orang yang menghadirinya adalah hukumnya jelas dari apa yg disebut didalam kitab مغني المحتاج:

“Dan sekiranya kehadiran seseorang itu ke majlis tidak menghilangkan kemungkaran yang ada, diharamkan untuk dia datang kerana ianya seumpama reda dengan kemungkaran.”

Dikutip dari berbagai sumber

Posting Komentar untuk "Wanita Ini Meninggal Saat Berjoget, Saat Mayat Mau Dimandikan, Pemandi Sampai Pingsan"