Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bantu Ekonomi Keluarga, Bocah Cilik ini Harus Bangun Pagi Buta untuk Jadi Badut di Jalanan


Usia 9 tahun memang menjadi tahap awal transisi dari masa kanak-kanak menuju remaja. Tapi bukan berarti hal ini juga turut dapat merubah pola pemikirannya, terlebih mengenai bagaimana mencari uang.
Anak 9 tahun tetap menjalani harinya seperti anak-anak seusia bawahnya, dimana hanya fokus menghabiskan hari-harinya dengan bermain bersama teman sebayanya.





Namun karena kondisi perekonomian yang sedang memburuk, yang diperparah dengan wabah Corona atau COVID-19, membuat Rehan, bocah lelaki berusia 9 tahun mau tak mau harus terjun langsung mencari uang.
Demi membantu perekonomian keluarganya, dia rela membuang ‘masa emasnya’ yang tentu tak akan pernah terulang kembali.

Rehan bahkan harus bangun pagi-pagi buta untuk bisa menampilkan atraksi badut menggemaskan di depan para pekerja kantoran atau pengguna jalan dan pengendara yang terjebak macet di sekitaran Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melansir TribunAceh.com.

“Uangnya lumayan. Bisa buat beli nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” tutur bocah malang tersebut.
Rehan sendiri hanya memiliki ibu. Dan ibunya, yang menjadi harapan satu-satunya dalam keluarga pun hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar sewa kontrakan dari bekerja serabutan.
Karena inilah, Rehan yang masih kecil, terdorong untuk membantu ibunya. Dia bahkan merasa senang dan bangga bisa membantu memberikan uang tambahan kepada ibunya, meski ia terkadang merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 Km dari rumahnya.

Posting Komentar untuk " Bantu Ekonomi Keluarga, Bocah Cilik ini Harus Bangun Pagi Buta untuk Jadi Badut di Jalanan"